5 Pertolongan Allah SWT
Niat dibagi menjadi 3 kategori: Niatan luas (kebermanfatan untuk banyak orang); Niatan standar (keinginan normal hampir semua orang); niatan sempit (keinginan pribadi yang dilandasi karena nafsu). Jangan hanya memikirkan diri sendiri, tapi luaskan niat Anda. Bill Gates memiliki impian setiap rumah memiliki 1 personal computer dengan niat agar memudahkan kehidupan orang banyak. Nabi Zakaria ingin memiliki anak agar ada generasi penerus dakwah, bukan hanya penerus keturunan. Niat yang murni adalah niat yang tulus keluar dari hati, tandanya adalah ketika memikirkannya Anda terasa bergetar di hati rindu bahwa itu akan terwujud; kebahagiaan hati Anda condong ketika bisa melihat lebih banyak orang terbantu dengan niatan anda.
Employee of Allah
Menjadi employee of Allah, mewakafkan diri secara sadar kepada Allah untuk menjadi jalan manfaat bagi banyak orang. Tujuan menjadi employeenya Allah adalah keridhoan dan pertemuan dengan Rabbnya kelak. Kemudahan-kemudahan yang mereka dapatkan hanyalah bonus.
1. Sadari bahwa semua datang dari Allah
2. Semua yang Anda lakukan baik dari kecil hingga besar dengan sadar melakukannya untuk Allah (diniatkan)
3. Potensi yang Allah titipkan gunakan untuk mengajak sebanyak-banyaknya orang kembali kepada Allah
Tuhan dan Hamba
Semakin dekat kondisi hati seorang hamba dengan menyadarinya tentang makna kehambaan, maka semakin mudah dan seringnya ia mendapatkan pertolongan Allah. Jadi jangan jadi orang sukses, tapi jadilah hamba yang sukses menjadi hamba, maka kesuksesan hanyalah dan adalah efek jika Allah berkenan denganmu.
2. Ikhtiar Iman, Maksimal (Enyahkan Berhala)
Hati-hati dengan adanya berhala pada keyakinan kita. Jangan sampai Anda percaya kalo nggak ada uang nggak bisa umroh, bayar hutang butuh uang, mau kerja butuh orang dalem, dll. Termasuk ikhtiar kita juga bisa jadi berhala. Kita percaya bahwa semua yang kita miliki sekarang adalah hasil kerja keras kita. Ikhtiar iman maksimal. Ikhtiarnya tetap maksimal namun hatinya tidak ke sana, melainkan ke Allah. Tawakkal seperti tawakalnya seekor burung dalam mencari makan.
Just Focus on Allah
a. Everything Comes From Allah:
semua berasal dari Allah baik ketetapan baik, maupun buruk. Ketika Allah mengizinkan sesuatu hadir dalam hidup Anda, itu demi kebaikan Anda.
b. Everything Belongs to Allah:
semua yang kita lihat adalah milik Allah.
c. Everything Dedicated to Allah:
segala apapun yang kita lakukan pastikan dilakukan sadar untuk Allah
d. Everything Controlled by Allah:
sebesar apapun masalah yang dihadapi, capaian yang seakan mustahil untuk dicapai, kita tetap tenang dan muncul optimisme tinggi karena masih dalam kontrol/genggaman Allah.
e. Everything Shall be Returned to Allah:
paham bahwa sejatinya semua akan kembali kepada Allah. Maka tidak ada lagi waktu yang sia-sia, tidak mengambil hak orang lain, tidak semena-mena kepada binatang.
Konsep Mengajak & Menitipkan
Minta ditemani Allah dalam setiap ikhtiar yang dilakukan. Sebelum melakukan aktivitas sehari-hari, minta izin dulu sama Allah. Ajak Allah ke mana-mana, ngobrol terus sama Allah. Setelah meminta izin dan minta ditemani Allah adalah menitipkan segala hal baik yang kita takutkan, khawatirkan maupun hasil yang ingin dicapai kepada Allah. Allah tidak pernah mengingkari janji-Nya. Ketika kita menitipkan diri kepada Allah, Allah yang akan menjaganya. Ketika kita menitipkan masalah kita ke Allah, Allah yang akan menyelesaikannya. Ketika menitipkan semua kekhawatiran kita, maka Allah akan menjaganya sehingga kita memiliki banyak waktu untuk bermesaraan dengan-Nya.
3. Husnudzon (Positive Feeling)
Berbaik sangka kepada Allah dengan positive feeling, bukan positive thingking. Perbedaannya adalah pada cara menyikapi masalah. Positive thingking ia akan mendamaikan pikirannya, sedangkan hatinya takut dan menjadi gelisah karena ada pertempuran dalam dirinya. Sementara positive feeling, ia tidak perlu menekan pikiran negatif karena hatinya sudah tenang.
a. Sering bertakafir dan mengenal Allah melalui iqra membaca Alquran dan hadist dan alam semesta
b. Dipaksa Allah dengan ditimpakan masalah, akhirnya mencapai derajat kedamaian yaitu hati total bergantung kepada Allah.
c. Sering bergaul dengan orang-orang yang mengenal Allah dan dekat dengan Allah.
4. Total Grateful (No Tendention)
Bersyukur. Akar dari kebersyukuran adalah perasaan tidak memiliki . Semua yang ada di langit dan di bumi dan di antara keduanya adalah milik Allah. Untuk menempuh state syukur caranya adalah:
a. Berdoa meminta kepada Allah untuk dibantu menjadi ahli syukur.
b. Me time dengan Allah untuk memahami dan mengakui bahwa semua milik-Nya dan semua yang ada hanyalah titipan.
c. Waspada terhadap nikmat
d. Refleksi Syukur, berfokus pada yang telah dimiliki-bukan yang belum dimiliki
Pujian. Hati-hati ketika dipuji. Sesungguhnya orang yang memujimu berlebihan sedang menggorok leher Anda di depan khalayak ramai. Karena penilaian orang lain akan membuat menjadi orang yang penuh kepalsuan belaka.
5. Buka Semua Pintu Rezeki-Nya (Beli dengan Amal)
a. Doa. Jalankan riyadhah selama 40 hari. Buktikan kesungguhan Anda benar-benar berharap kepada Allah.
b. Orang tua. Meminta maaf dan minta doa kepada keduanya sebelum Anda melakukan apapun.
c. Shalat. Pebaiki mulai dari shalat Anda.
d. Sedekah.
e. Tabungan Semesta
Penghambat PPA
Terlalu terjebak pada ikhtiar sendiri. Logika akal “nggak mungkin”. Ganjalan tisu harta dan silaturahim. Terjebak di hasil.
Hukum Keseimbangan
Batas Getar Bawah. Segala sesuatu yang kurang, Allah sudah buatkan mekanisme untuk menyeimbangkannya. Misal ingin memiliki anak, kita menggendong anak orang lain (menggetarkan batas getar bawah).
Batas Getar Atas. Sedekah yang bikin ngeri, menggetarkan hati.
Perbesar Wadah
Wadah mental, kesiapan kita jika diberi banyak oleh Allah. Apakah hati dan mentalnya siap. Apakah malah jadi sombong?
Wadah infastruktur, kesiapan aspek pendukung untuk membuat kita menjadi besar.
Demikian ringkasan dari Buku PPA. Sesungguhnya sangat banyak point penting lain dalam buku ini namun tidak mungkin saya cantumkan semua. Maka saya sarankan agar anda juga membaca versi lengkap dari buku ini. Jazakumullaah kahiran.
Sumber : Rezha Rhendy PPA (Pola Pertolongan Allah)

